Tampilkan postingan dengan label Koleksi Mutiara Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koleksi Mutiara Hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

BERDIALOG DENGAN SATU DETIK


Pada suatu hari aku duduk dan menghadapkan
hati ini ke hadirat Allah sambil menyesali rentangan usia yang telah
kulalui. Kupanggil satu detik dari waktu hidupku. Aku katakan
kepadanya :

(+) Aku harap agar engkau mau kembali lagi
kepadaku, supaya aku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebajikan.

(-) Sesungguhnya tidak ada waktu yang sudi
berkompromi untuk berhenti.

(+) Wahai detik......aku memohon, kembalilah
padaku agar aku dapat memanfaatkanmu dan mengisi kekuranganku pada
dirimu.

(-) Bagaimana aku dapat kembali kepadamu,
padahal aku telah tertutup oleh perbuatan-perbuatanmu!

(+) Coba lakukanlah hal yang mustahil itu
dapat kembalilah padaku. Betapa banyak detik-detik selain kamu yang
juga aku sia-siakan ?

(-) Seandainya kekuasaan ada di tanganku,
pastilah aku kembali kepadamu, namun tiada kehidupan bagiku. Dan itu
terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu dan diserahkan kepada Allah
swt.

(+) Apakah mustahil, jika engkau kembali lagi
kepadaku, padahal saat ini engkau sedang berbicara kepadaku ?

(-) Sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan
manusia, ada yang dapat menjadi kawan setianya dan ada kalanya ia
menjadi musuh besarnya. Aku adalah termasuk detik-detik yang menjadi
musuhmu dan yang akan menjadi saksi atas kamu di hari kiamat kelak.
Mungkinkah akan bertemu, dua orang yang
saling bermusuhan ?

(+) Aduh, alangkah menyesalnya aku. Betapa
aku telah sering menyia-nyiakan detik-detik dalam perjalanan hidupku!
Tetapi sekali lagi aku mohon sekiranya engkau sudi kembali kepadaku,
niscaya aku akan beramal saleh "di dalammu" yang pernah aku tinggalkan.

Maka detik itupun terdiam, tidak mengeluarkan
sepatah kata pun. Aku pun lantas memanggilnya :

(+) Wahai detik, tidakkah engkau dengar
panggilanku ? Kumohon jawablah.....

(-) Wahai orang yang lalai akan dirinya,
wahai orang yang menyia-nyiakan waktu-waktunya...........Tahukah kamu,
saat ini, demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya kamu telah
menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu. Mungkinkah engkau dapat
mengembalikan mereka pula ? Namun aku hanya dapat berpesan kepadamu,
"Sesungguhnya segala perbuatan yang baik
itu menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk".

Maka, wahai sahabatku bersegeralah......,
beramallah, bersungguh-sungguhlah, bertakwalah kepada Allah dimana pun
engkau berada. Ikutilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik,
niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan
sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.

(Dikutip dari "Efisiensi Waktu Konsep Islam")

Dari posting Zubir Agusman di milis Isnet.


BILA AL-QUR'AN BICARA



"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri  terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di  dalamnya." (QS Al A'raaf <7 : 36).

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.  Dengan wudu' aku kau sentuh, dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari.
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.

 Sekarang engkau telah dewasa... Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku... Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah... Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

 Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.
 Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

 Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau..... Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau
 nonton berita TV. Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
 Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha  Perkasa.
 Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

 Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah).
 Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi.
 Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci  mobilmu.
 Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.
 Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.

 Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.
 Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu.
 Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun.
 E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan.
 Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
 Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

 Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.
 Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.
 Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
 Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

 Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
 Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
 Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
 Itupun hanya beberapa lembar dariku
 Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
 Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

 Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
 Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
 Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
 Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat
 melaluinya.

 Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
 Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
 Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
 Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
 Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

 Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
 Di kuburmu nanti....
 Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
 Yang akan membantu engkau membela diri
 Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
 Dari perjalanan di alam akhirat
 Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
 Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

 Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
 Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
 Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
 Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

 Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
 Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
 Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
 Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

 Sentuhilah aku kembali...
 Baca dan pelajari lagi aku....
 Setiap datangnya pagi dan sore hari
 Seperti dulu....dulu sekali...
 Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
 Di surau kecil kampungmu yang damai

 Jangan biarkan aku sendiri....
 Dalam bisu dan sepi....

 "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT
 untuk akhiratmu"






GOOD POINTS TO THINK ABOUT



 Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu.Suatu
 hari lubang kecil
 muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam
 calon kupu-kupu itu
 ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati
 lubang kecil itu.
 Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.
 Kelihatannya dia telah
 berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh
 lagi.
 Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk
 membantunya. Dia mengambil sebuah
 gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong
 itu.
 Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun,
 dia mempunyai tubuh
 gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.
 Orang tersebut terus mengamatinya karena dia
 berharap bahwa, pada suatu
 saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar
 sehingga mampu menopang
 tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring
 dengan berjalannya waktu.
 Semuanya tak pernah terjadi.
 Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa
 hidupnya merangkak
 disekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap
 mengkerut. Dia tidak
 pernah bisa terbang.
 Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan
 orang tersebut adalah
 bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yg
 dibutuhkan kupu-kupu untuk
 melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk
 memaksa
 cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam
 sayap-sayapnya sedemikian sehingga
 dia akan siap terbang begitu dia memperoleh
 kebebasan dari kepompong
 tersebut.
 Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan
 dalam hidup kita.
 Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu
 mungkin akan
 melumpuhkan kita.Kita mungkin tidak sekuat yg
 semestinya kita mampu.
 Kita mungkin tidak akan pernah dapat "terbang".
 Mungkin kita perlu mengatakan :
 Saya memohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya
 kesulitan-kesulitan untuk
 membuat saya kuat.
 Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya
 persoalan untuk
 diselesaikan.
 Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya
 Otak dan Tenaga untuk
 bekerja.
 Saya memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberi
 saya Bahaya untuk diatasi.
 Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya
 orang-orang bermasalah untuk
 ditolong.
 Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati ... Dan Tuhan
 memberi saya
 kesempatan-kesempatan.
 Saya tidak memperoleh yg saya inginkan,
 saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan
 ............
 Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi
 dengan pasti Tuhan
 memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita
 tidak mengerti/mengenal,
 bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan,
 kenyataannya itulah yang terbaik untuk kita.
 Berserahlah senantiasa